Kangen Band: Pencetus Lahirnya Musik Pop Melayu Indonesia
Ditulis untuk situs fans — non-resmi
Awal Mula
Kangen Band dibentuk di Bandar Lampung pada tahun 2005 yang didirikan oleh Dodhy Hardiyanto (gitar sekaligus pencipta lagu), ia mengajak satu persatu teman temanya untuk membuat sebuah grup band, ia mengajak Tama (gitar), Bebe (bass), Izzy (keyboard), dan Baim (drum), sebelum Andika Mahesa bergabung sebagai vokalis, Kangen band vokalnya diisi oleh Dodhy sendiri, ia merangkap sebagai vokalis dan gitaris. Namun pada suatu momen ia mengalami sakit tenggorokan, sehingga ia mengajak Andika Mahesa yang sebelumnya hanyalah seorang crew, untuk menjadi member tetap vokalis Kangen Band. Dodhy mengetahui suara Andika punya warna yang bagus pada saat Andika nongkrong dan nyanyi di depan rumah Dodhy, menurutnya Andika cocok membawakan lagu ciptaan Dodhy meskipun secara tehnik Andika masih kaku mengolah vokal.
Uniknya adalah ketika Dodhy mengajak teman temannya untuk membentuk band, teman-temannya pada saat itu belum bisa bermain alat musik sama sekali. Sehingga Dodhy perlu mengajarinya terlebih dahulu, seperti halnya Izzy waktu diajak untuk nge-band, ia belum bisa bermain keyboard sama sekali. Kerana Izzy sebelumnya hobi gemar otomotif, akhirnya ia diajari bermain keyboard oleh Dodhy yang pada saat itu sudah jago walaupun posisinya sebagai gitaris. Nama "Kangen" sendiri dipilih oleh Dodhy sebagai nama band, nama tersebut berawal dari ia sendiri yang merupakan leader, ketika berkenalan dengan seseorang sering menggunakan nama samaran "Kangen" yang pada akhirnya oleh Dodhy dijadikan sebagai nama bandnya.
Pada awalnya, Kangen Band merupakan sebuah band indie di Lampung, mereka sendiri sudah memproduksi beberapa lagu mereka secara indie walaupun awalnya mereka masih awam mengedarkannya secara komersil. Waktu mereka mengirim demo album di salah satu stasiun radio milik pemerintah di Lampung, awalnya ditolak oleh pihak stasiun radio lantaran masih dalam bentuk kaset pita (tanpa proposal). Akhirnya dibuatlah sebuah proposal dan mereka mencoba mengirim kembali demo album mereka ke radio dalam bentuk Compact Disc (CD) dan akhirnya pihak stasiun radio tertarik dengan salah satu lagu mereka di track pertama dengan judul Penantian Yang Tertunda.
Tak puas sampai disitu mereka mengakali dengan cara merequest lagu mereka sendiri dengan cara menelpon, salah satu mereka meminta memutar lagu track kedua dengan judul Usai Sudah (Tentang Aku Kau, & Dia), alhasil lagu mereka pun sering mengudara di radio selama seminggu berturut- turut. Hingga banyaknya pelanggan pendengar radio itu ikut serta meriquest lagu kedua mereka hingga akhirnya lagu Usai Sudah mendapat posisi peringkat 1 kerana paling banyak pendengarnya. Konon katanya lagu mereka meledak melebihi angka komersil band-band ternama, padahal pada saat itu penjualan album original sedang lesu dengan maraknya pembajakan yang membuat mereka dijuluki sebagai band hantu, kerana nama dan lagunya dimana-mana tetapi wujud personelnya tidak tau siapa. Hingga pada suatu hari Pak Sujana, selaku produser managemen Positif Art, berminat untuk mengubah aransemen lagu mereka secara komersil kerana lagu-lagu mereka memiliki nilai jual yang tinggi.
Hingga akhirnya pertengahan tahun 2006, Pak Sujana mendapat contact person manager mereka dari salah satu artis sekaligus talent Positif Art yaitu Yuni Sulistyowati, hingga akhirnya mereka hijrah ke Jakarta dan tampil perdana di acara HUT TVRI sekaligus promosi dan perkenalan diri mereka sebagai band pendatang baru.
Ciri Khas Musik
Lagu-lagu Kangen Band biasanya mengangkat tema cinta, patah hati, dan kerinduan. Lirik yang lugas dipadukan dengan melodi mudah diingat membuat karya mereka cepat melekat. Musik mereka sering dianggap sebagai representasi perasaan sehari-hari masyarakat, sehingga mudah diterima secara massal.
Perjalanan Karier
Album perdana mereka adalah Tentang Aku, Kau & Dia (2007) dan Yang Sempurna yang merupakan repackage dari album perdana.
Beberapa lagu dalam album ini, Tentang Bintang dan Selingkuh menjadi hit yang populer di masyarakat. Selain itu, Kangen Band juga berhasil masuk sebagai Grup Band Tervaforit pada SCTV Awards 2007. Pada tahun yang sama, mereka membintangi sebuah sinetron berjudul Aku Memang Kampungan, yang bercerita tentang perjalanan karier mereka.
Pada tahun 2008, Kangen Band meluncurkan album kedua yaitu Bintang 14 Hari.Bintang 14 Hari menyajikan warna musik yang berbeda dengan menampilkan unsur Melayu dan mengeksplorasi unsur Jawa. Di album ini, Kangen menggaet arranger Andi Bayou (yang juga pernah jadi arranger Sheila on 7) dengan backing vocal Eren.
Pada tanggal 6 Mei 2009, Kangen Band merilis album ketiga mereka yang diberi judul Pujaan Hati, dengan hits single Terbang Bersamaku dan Pujaan Hati.
Pada tahun 2010 Kangen Band muncul sebagai cameo di film “Minggu Pagi Di Victoria Park”, berperan sebagai grup musik yang menghibur para TKW di Hongkok. Kangen Band merilis album keempat mereka, "Jangan Bertengkar", pada tahun 2011 dengan hits single seperti "Jangan Bertengkar Lagi", "Yang Aku Tahu", "Cinta Terlarang", dan "Kehilanganmu Berat Bagiku". Namun, album ini mengalami penurunan penjualan karena vokalis Andika Mahesa dan kibordis Muhammad Bari Alfarizi terlibat kasus narkoba dan harus menjalani rehabilitasi.
Pada tahun 2012, Andika Mahesa secara resmi dipecat dari Kangen Band karena masalah internal dan pelanggaran kontrak yang terkait dengan kasus narkoba yang pernah dialaminya sebelumnya. Setelah pemecatan tersebut, Kangen Band melanjutkan karier musik mereka dengan mencari vokalis lewat audisi. Audisi yang digelar di tiga kota memunculkan nama Reyhan sebagai frontman grup musik Kangen Band, menggantikan Andika. Reyhan sendiri mengikuti audisi di kota Jakarta, selain vokalis Kangen Band juga menambah satu gitaris lagi yang bernama Rezka. Dodhy mengaku, Kangen Band tak punya andil dalam audisi ini. Semua itu atas inisiatif dan pilihan dari pihak perusahaan label di mana band ini bernaung. Tergabungnya Reyhan dan Rezka di Kangen Band, menurut Dodhy, membuat formasi mereka jadi lebih berwarna. Namun untuk urusan materi, pihak perusahaan meminta mereka untuk tidak bergeser dari Kangen Band yang dulu.
Album "The Best of Kangen Band" dirilis pada tahun 2013, menampilkan 16 lagu terbaik mereka, termasuk 2 lagu baru dan 14 lagu hits dari album sebelumnya. Album ini dipromosikan dengan hits seperti "Ijab Kabul" dan "Picisan Hati", dan didistribusikan secara luas melalui Indomaret di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2014 Kangen Merilis dua single “Tiba Waktunya” dan “Ada Ada Saja”. di tahun ini juga Dodhy keluar dari Kangen Band karena masalah internal band dan perbedaan kreatif. Dodhy meninggalkan Kangen Band karena kepergian Andika Mahesa yang lebih dulu keluar dan kondisi band yang mulai tidak stabil. Usai keluar dari kangen band Dodhy membentuk band bersama Andika yang diberi nama Kangen Lagi. Meski tanpa Dodhy, kangen band masih diberi kesempatan konser di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.
Dampak dan Pengaruh
Pada tahun 2015 Kangen Band merilis single “Sudah Ku Bilang” selain itu mereka terus melakukan aktivitas musik, seperti konser dan promosi lagu-lagu baru, untuk mempertahankan popularitas mereka. Setelah kontrak mereka dengan Warner Music Indonesia berakhir pada tahun 2016, Reyhan memutuskan untuk keluar dari Kangen Band. Kepergian Reyhan kemudian diikuti dengan kembalinya Andika sebagai vokalis Kangen Band, mengembalikan formasi lama yang sangat dicintai oleh para penggemar. Dengan kembalinya Andika, Kangen Band merilis beberapa single diantaranya, "Kembalilah Padaku", "Untukmu Tercinta", "Takkan Terganti", "Serpihan Rasa", dan "Indah Pada Waktunya".
Tidak sampai dua tahun setelah Andika kembali, Kangen Band kembali pecah ketika Dodhy mengambil alih band di awal tahun 2018. Dengan kembalinya Dodhy, formasi baru dibentuk dengan Dodhy sebagai gitaris, Deden dan Rina sebagai vokalis utama, Endru di posisi bass, dan Risa di posisi drum. Formasi ini melahirkan single "Binti Ayahnya", tapi hanya bertahan setahun karena Endru dan Risa keluar dari Kangen Band pada tahun 2019.
Pada awal tahun 2020, Kangen Band membuat gebrakan baru dengan merilis single terbaru berjudul "Jangan Nakal Lagi". Namun, perjalanan karier formasi ini kemudian berubah, karena pada bulan Oktober 2020, Kangen Band melakukan reuni dengan formasi awal mereka, yang terdiri dari Andika (vokal), Dodhy (gitar), Izzy (keyboard), Tama (gitar), dan Bebe (bass), dalam acara Synchronize Fest. Reuni ini tidak lepas dari peran Kiki Ucup yang membujuk Andika dan Dodhy untuk tampil bersama, setelah sempat ragu, akhirnya mereka memutuskan untuk tampil dengan formasi lengkap di festival tersebut. Penampilan sukses di Synchronize Fest 2020 menjadi titik balik bagi Kangen Band, dan setelah itu mereka memutuskan untuk kembali bersama dan melanjutkan karier musik mereka dengan formasi awal, menandai awal baru bagi grup musik ini.
Di tahun 2022, Kangen Band merilis ulang single Cinta Sampai Mati bekerja sama dengan label Wahana Production yang sebelumnya dibawakan penyanyi pendatang baru yaitu Raffa Affar, lagu ini menjadi top trending #1 di platform digital, selama berturut-turut. Pada tahun yang sama, Kangen Band merilis single ke-16 nya dengan judul Kamu Gila..
Komunitas Fans
Banyak penggemar membentuk komunitas online maupun offline untuk berbagi kenangan, lirik favorit, dan cerita personal terkait lagu-lagu Kangen Band. Antusiasme ini menunjukkan bahwa meskipun tren musik berubah, ikatan emosional dengan karya mereka tetap kuat.
Penutup
Kangenband adalah bukti bahwa musik bisa menjadi sarana curahan hati sederhana yang punya resonansi besar. Kisah perjalanan mereka mencerminkan dinamika industri musik Indonesia dan bagaimana suara hati masyarakat bisa terwakili dalam sebuah lagu.